You rest in the arms of angels, in a place of peace and love, watching over me, from the heaven above. I know somewhere among the stars and the angels, you are there holding my hand and loving me in spirit, this thought keeps me going, because, I know love is eternal even if the body isn't. I watched your last breath, I watched my life fade from your eyes, I rested my head on your chest, hoping to feel your heartbeat. Allah saw you getting tired, and a cure was not to be, so he puts his arms around you, and say “come to me”, with tearful eyes I watched you passed away. A golden heart stop beating, Your wings were ready, but my heart was not. Now, I have to remember you, for longer than I have known you, I know heaven must be beautiful right now, cause they got you.
Dunia ini sudah terlalu berisik, Suara-suara tak henti menggelegar, Dalam hiruk-pikuk yang terusik, Kadang, kita lupa untuk mendengar. Kata-kata terlempar tanpa arah, Mengisi ruang dengan kebisingan, Riuh rendah tak kenal lelah, Mengaburkan hati dan perasaan. Di tengah keramaian yang hingar, Aku rindu sunyi yang menenangkan, Mencari tenang di antara gegar, Menemukan makna dalam keheningan. Mari sejenak kita hening, Mendengarkan bisikan hati, Mengisi jiwa dengan bening, Di dunia yang sudah terlalu bising ini.
Di tengah dunia yang ramai, Aku belajar bisu di antara riak. Mengisi kata dengan makna, tenang, tanpa gaduh. Meniti sunyi, meresapi makna yang lekat. Ada saatnya suara menjadi bayang, Kadang tak perlu di dengar, Diam bisa lebih dalam dan jelas. Seperti embun pagi yang lembut menggiring. Hening bukan berarti tak ada kata, Hanya memilih kata yang berarti. Dalam hening, Hati berbicara nyata. Menjadi senyap, bukan lari dari nyata, Tapi meresapi, dan memaknai setiap jeda. Berusaha menjadi manusia yang tidak berisik, Damai, penuh cinta. Dalam tenang, ku temukan makna, Kebenaran berbicara, mengalir lembut dalam setiap tarikan napas. Dalam diam, ku temukan damai yang mengada, Menjadi tenang, menjadi bijak, menjadi manusia.
Komentar
Posting Komentar